Kisah Emak Rempong

simawarKisah emak rempong (bukan nama sebenarnya, panggil saja mawar)
Sebenarnya layak ga ya saya tulis kisah ini? saya juga ga tau apakah nilai dari kelayakan sebuah cerita ini, tapi daripada pusing mikir layak dan tidaknya mendingan baca terus sampe tuntas.
Bukan orang super yang akan saya ceritakan dibawah ini, tapi seorang emak yang memang biasa  saja dimata saya dan dimata semuanya. Sama-sama pasukan tempur dari bataliyon yang disiapkan di daerah ini. Entah ini sifat yang memang aslinya seperti itu atau memang dia mempunyai tingkat disiplin yang semakin tinggi karena singkat senioritas di pasukan ini.
Sudah banyak kawan-kawan prajurit yang selalu mendapatkan semprotan dari emak ini, entah gara-gara ngobrol saat latihan perang atau gara-gara embun dari minuman dinginnya menetes dilantai toilet. Sikap disiplinnya seperti tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dia raih. Mungkin karena disiplin sebenarnya dia ingin agar junior-juniornya mengikuti dan terus disiplin tapi dengan cara yang seperti membentak dan menyuruh-nyuruh membuat kita prajurit menjadi membenci gaya disiplin dia. Jika ingin membuat kita mengikuti disimplin dia, mungkin emak ini harusnya menegur dengan baik-baik saja, santai dan tidak menggunakan wajah tuanya itu untuk marah-marah kepada kami.
Bukan hanya kawan-kawan prajurit yang terkena damprat karena masalah sepele itu, bahkan saya juga pernah terkenanya gara-gara menyetel musim ketika didalam toilet. Huh sedang asik dangdutan di dalam toilet tiba-tiba ada yang teriak “Kalo ditoilet jangan menyalakan musik”. Waduh,.. Dalam hati kenapa tidak boleh? inikan toilet bebas-aja kali asal jangan keluar tanpa celana aja, mungkin itu yang harus dilarang.
Tapi positif TINGKING aja dah, mungkin di ruang sebelah ada komandan yang lagi dengerin musik juga, ga kedengeran makanya nyuruh saya untuk mematikan musik agar musik si komandan terdengar. Ato mungkin karena musiknya dangdut bukan musik kesukannya, Keroncong?
Itulah gaya masing-masing orang untuk disiplin. Ada yang cuek ada yang mengedepankan disimplin. Yang penting saya selalu perang paling depan dan tidak takut menghadapi musuh.
Cerita emak ini mungkin bukan sesuatu hal yang sangat menarik untuk dibaca untuk semua kawan prajurit saya, tapi setidaknya inii akan menjadi bayangan cerita kemudian hari sekedar untuk tertawa mengingat lucunya kisah ini atau mentertawakan hal-hal lain yang mungkin terjadi dalam imajinasi kita.
Menurut salah satu senior prajurit yang saya kenal, si emak ini dulu tidak terlalu begitu, tapi kenapa sekarang disiplin banget. Entahlah mungkin usia yang membuat dia disiplin tingkat tinggi.
(kisah ini fiktif dan hanya hiburan dikala senggang, jika ada kesamaan tempat, nama dan kejadian mungkin hanya kebetulan semata)
Salam colek untuk rekan-rekan saya yang sekarang menjadi lebih disimplin karena si emak rempong. Semoga tim kita semakin didepan.