Catatan Pendek Penulis | tempat menulis sepanjang yang saya bisa.

Browsing mengenai premanisme ternyata menemukan sebuah artikel mengenai adanya bukti premanisme pada jaman kuno, jaman kerajaan-kerajaan abad 9.

Banyak bukti yang bisa diambil, walaupun kenyataan dengan aslinya benar atau tidak ini hanya hasil dari penelitian para ahli saja.

Berikut beberapa bukti premanisme atau bentuk kekerasan dijaman kuno :
1. Prasasti Balingawan

Prasasti Balingawan diketahui ditulis pada tahun 891 M pada sebuah batu, yang bagian belakangnya terdapat ukiran arca Ganesha. Prasasti tersebut sekarang disimpan di Museum Pusat Jakarta. Dalam prasasti Balingawan tersebut menceritakan tentang penemuan mayat di Desa Balingawan.

Menurut hukum pada waktu itu, bagi desa-desa yang menjadi tempat berlangsungnya suatu tindak kriminal (walaupun tidak kriminal terjadi di tempat lain, namun ditemukan mayat di desa tersebut), maka desa tersebut diharuskan membayar pajak/denda yang berlipat kepada Raja.

Oleh karena itu, untuk mencegah tindak kriminal; masyarakat Desa Balingawan membuat sistem pengamanan desa yang dibantu oleh para tentara keamanan kerajaan.

2. Prasasti Mantyasih

Prasasti Mantyasih diketahui ditulis sekitar 907 M yang terdiri dari 3 versi, yaitu dua versi ditulis pada lempengan perunggu, dan datu versi ditulis pada media batu. Prasasti Mantyasih menceritakan tentang rakyat Desa Mantyasih yang ketakutan dikarenakan ulah para penjahat yang selalu meresahkan masyarakat. Kemudian Raja Rakai Watukura Dyah Balitung menyuruh lima patihnya untuk menumpas para penjahat dan menjaga keamanan Desa Mantyasih.

Desa Mantyasih berada di wilayah Gunung Sundara dan Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah. Setelah adanya keputusan Raja tersebut, masyarakat Desa Mantyasih menjadi tenang dan bebas dari para penjahat.

3. Prasasti Kaladi

Prasasti Kaladi diketahui ditulis sekitar pada tahun 909 M. Prasasati Kaladi ini menceritakan sebuah permohonan dari pejabat dua daerah yang bernama Dapunta Suddhara dan Dapunta Dampi kepada Raja Rakai Watukura Dyah Balitung tentang adanya hutan yang memisahkan kedua desa mereka. Menurut pejabat daerah, masyarakat desa sering mendapat serangan dari para penjahat yang bersembunyi di dalam hutan tersebut. Kemudian Raja Rakai Watukura Dyah Balitung memutuskan bahwa hutan tersebut agar dijadikan sawah, sehingga masyarakat setempat tidak menjadi ketakutan.

4. Prasasti Sangguran

Prasasti Sangguran ini diketahui ditulis pada tahun 928 M yang berisikan hukum-hukum yang menyangkut tentang kriminal, seperti hukum desa, hukum caki-maki, hukum meludahi, hukum memukul dengan tangan, hukum tindak kekerasan terhadap wanita, hukum perkelahian, dan hukum kejahatan yang menggunakan kekuatan magis.

Selain itu, terdapat juga Naskah Purwadhigama yang merupakan naskah sistem pengadilan zaman Jawa Kuno yang sudah membagi hukum menjadi tindak pidanan dan tindak perdata yang disebut sebagai astadasawyawahara.

5. Candi

Selain dalam bentuk prasasti, relief-relief beberapa candi juga menggambarkan tentang adanya premanisme pada zaman Jawa kuno, salah satunya dapat dilihat pada relief tangga masuk pada sisi selatan dari Candi Mendut di wilayah Jawa Tengah. Candi peninggalan abad ke-9 tersebut menggambarkan figur orang yang sedang berkelahi.

Candi Surawana yang berada di wilayah Kediri ini juga terdapat relief yang menggambarkan tindak kekerasan. Candi yang berdiri sejak abad ke -14 Masehi ini, terdapat relief seorang tokoh yang sedang mematahkan kepala seseorang.

Candi Rimbi yang berada di daerah Jombang ini juga terdapat relief pada kaki candi tersebut, pada sisi selatan; yang menggambarkan dua orang pria yang sedang berkelahi di hutan dengan telanjang dada. 

Sumber : uniknya[dot]com

Iklan

About djosave

3S (Simple, Sabar, Sayang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s